Paniai, Eduwuu. Com- Senin, 24 Februari 2015, ribuan pelajar dari berbagai tingkat pendidikan di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, menggelar aksi demonstrasi yang dikenal dengan istilah "sekolah jalan".
Aksi ini menampilkan para pelajar yang memilih turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang diterapkan.
Kami telah merasakan bagaimana rasanya sekolah di jalan, sebuah pengalaman tak terbayangkan sebelumnya. Dalam kondisi penuh tantangan, kami berjuang bukan hanya untuk pendidikan yang layak, tetapi juga untuk hak kami sebagai pelajar yang seharusnya mendapat perhatian dan fasilitas memadai. Sekolah di jalan bukan sekadar metafora, tapi kenyataan pahit, di mana kami terpaksa belajar di luar kelas dengan segala keterbatasan.
Aksi ini menjadi simbol keteguhan kami dalam memperjuangkan pendidikan yang lebih baik, meskipun harus melalui jalan yang penuh hambatan dan rintangan.
Terima kasih kepada guru-guru yang telah memberi kami izin untuk sekolah di jalan. Dukungan mereka memberi semangat bagi kami untuk tetap berjuang, meskipun dalam kondisi yang sulit. Mereka mengajarkan kami bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tapi semangat untuk terus belajar dalam segala situasi. Tanpa mereka, aksi ini tidak akan berarti apa-apa.
Maka saya, sebagai Senior Daud Awipito Mote, berharap pemerintah pemerintah mendengarkan dan memenuhi permintaan kami, para pelajar, yang telah mengungkapkan suara kami melalui aksi ini. Kami menginginkan pendidikan yang layak, fasilitas yang memadai, dan perhatian yang serius terhadap kebutuhan kami sebagai pelajar. Semoga tindakan kami ini dapat membuka mata pemerintah untuk memperbaiki kebijakan yang ada demi masa depan pendidikan yang lebih baik dan merata di Papua, agar generasi mendatang tidak lagi harus berjuang di jalan seperti yang kami alami.
Dan saya pun sebagai Senior Daud Awipito Mote, berharap agar demonstrasi ini menjadi awal dari perubahan. Semoga suara kami sebagai pelajar didengar dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah, agar kebijakan yang diterapkan lebih memperhatikan kebutuhan pendidikan kami.
Kami tidak hanya ingin didengar, tetapi juga melihat tindakan nyata yang dapat memperbaiki kondisi pendidikan, terutama di daerah-daerah yang kurang diperhatikan. Aksi ini adalah bentuk perjuangan kami untuk masa depan yang lebih baik, dan kami berharap pemerintah dapat meresponsnya dengan kebijakan yang lebih berpihak pada pelajar dan pendidikan yang berkualitas.
demonstrasi ini menjadi catatan penting yang menunjukkan perjuangan kami sebagai pelajar. Kami tidak hanya berjuang untuk pendidikan yang lebih baik, tetapi juga untuk memastikan bahwa suara kami didengar oleh pemerintah. Aksi ini adalah simbol dari tekad kami untuk memperjuangkan hak-hak kami, meskipun harus melewati berbagai rintangan. Semoga perjuangan ini dapat membuka mata semua pihak untuk memperbaiki kebijakan pendidikan demi masa depan yang lebih baik bagi kami semua.