Senior dukun Aksi Pelajar Paniai

Daud Mote
0


Paniai, EDUWUU.COM – Para pelajar di Kabupaten Paniai, yang tergabung dalam Aliansi Siswa dan Pelajar (ASP), menggelar demonstrasi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menuntut pendidikan gratis. 24/02/2025. Aksi ini, yang dikenal dengan istilah “sekolah jalan,” menunjukkan semangat juang yang luar biasa dari generasi muda di wilayah Papua.


Sebagai seorang senior, Daud Awipito Mote, memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan para pelajar. Ia menyatakan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam terhadap keberanian mereka dalam memperjuangkan hak atas pendidikan yang lebih baik.


“Sebagai seorang yang lebih senior, saya memahami bahwa perjuangan ini bukan sekadar protes, tetapi langkah berani untuk menuntut hak-hak kalian sebagai pelajar. Pendidikan adalah hak dasar yang seharusnya dijamin oleh negara. Saya mendukung sepenuhnya upaya para pelajar dalam memperjuangkan fasilitas pendidikan yang layak serta perhatian yang lebih besar dari pemerintah terhadap pendidikan di Papua,” ujar Daud Awipito Mote.


Aksi yang diadakan pada 24 Februari 2025 ini mencerminkan tekad kuat para pelajar untuk mengubah kondisi pendidikan di Papua. Mereka menuntut agar pemerintah memperhatikan kebutuhan dasar mereka sebagai pelajar, termasuk penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai dan akses pendidikan yang lebih baik.


Daud Awipito Mote juga mengapresiasi dukungan dari para guru yang turut serta dalam aksi ini. Menurutnya, para guru telah memberikan lebih dari sekadar pengajaran di dalam kelas. Mereka juga memberi semangat dan dukungan moral kepada para pelajar dalam memperjuangkan hak mereka.


“Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada para guru yang telah mendukung kalian. Mereka telah menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengajar di dalam kelas, tetapi juga tentang memberi semangat kepada kalian untuk terus berjuang, bahkan dalam situasi yang penuh tantangan,” tambahnya.


Harapan Daud Awipito Mote adalah agar pemerintah mendengarkan dengan serius tuntutan yang disampaikan oleh para pelajar. Ia berharap agar perjuangan ini tidak hanya diakui, tetapi juga direspons dengan tindakan nyata yang dapat memperbaiki kualitas pendidikan di Papua.


“Semoga perjuangan kalian menjadi awal perubahan yang lebih baik. Jangan biarkan generasi mendatang merasakan ketidakadilan yang sama. Semoga suara kalian yang lantang dan penuh harapan ini didengar, dan menghasilkan kebijakan yang berpihak pada pelajar serta pendidikan yang berkualitas,” tutup Daud Awipito Mote.


DAM

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)